Pengertian Enzim
Enzim adalah
senyawa organic termasuk protein. Banyak enzim yang mempunyai gugus bukan
protein jadi termasuk golongan protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim)
terdiri atas protein (apoenzim) dan gugus bukan protein (kofaktor). Gugus bukan
protein ini yang terikat kuat disebut gugus prostetik sedangkan yang mudah
dipisahkan disebut koenzim. Enzim merupakan substansi penting dalams setiap
reaksi kimia dalam sel. Orang yang pertama menemukan enzim adalah Edward dan
Hans Buchner. Oleh karena enzim dapat mempercepat reaksi kimia, berarti enzim
merupakan rekasi katalis. Enzim merupakan katalisator organic dan dibuat dalam
sel makhluk hidup sehingga enzim disebut juga biokatalisator Pada enzim
terdapat gugus non enzim yang disebut kofaktor, yang didalamnya terdapat
prostetik dan koenzim. Kedua gugus ini memungkinkan enzim bekerja pada
substrat. Sebstrat merupakan zat-zat yang diubah atau direksikan oleh enzim.
Katalisator mempercepat reaksi kimia, mengalami perubahan selama reaksi, tetapi
berubah kembali kepada keadaan semula setelah reaksi-reaksi selesai. Enzim
merupakan biokatalisator yang bekerja spesifik. Aktivitas katalis yang dimiliki
enzim merupakan alat ukur yang selektif dan sensitif terhadap aktivitas enzim.
Aktivitas enzim dapat diamati dari sisa substrat, pH, suhu, dan indikator.
Aktivitas enzim dapat diamati dari sisa substrat atau produk yang terbentuk. 3.
Sifat Enzim
a. Biokatalisator
: Enzim mempercepat laju reaksi, tetapi tidak ikut bereaksi.
b. Termolabil :
Enzim mudah rusak bila dipanaskan sampai dengan suhu tertentu.
c. Merupakan
senyawa protein : enzim merupakan bagian dari protein
d. Bekerja secara
spesifik : Satu jenis enzim bekerja secara khusus hanya pada satu jenis
substrat. Misalnya enzim katalase menguraikan Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi
air (H2O) dan oksigen (O2), sedangkan enzim lipase menguraikan lemak + air
menjadi gliserol + asam lemak.
Struktur Enzim
Secara kimia, enzim yang lengkap ( holoenzim ) tersusun atas 2 bagian
yaitu: a. Bagian protein disebut Apoenzim yang bersifat labil ( mudah berubah )
yang dipengaruhi oleh suhu dan keasaman. b. Bagian yang bukan protein yang
disebut dengan gugus prostetik (gugusan aktif) yang berasal dari kofaktor.
Komposisi Kimia
Enzim
Setiap enzim terbentuk dari molekul protein sebagai komponen utama
penyusunnya dan bebrapa enzim hanya terbentuk dari molekul protein dengan tanpa
adanya penambahan komponen lain. Protein lainnya seperti Sitokrom yang membawa
elektron pada fotosintesis dan respirasi tidak pula dapat digolongkan sebagai
enzim. Selain itu, protein yang terdapat dalam biji juga lebih berperan sebagai
bahan cadangan untuk digunakan dalam proses perkecambahan biji. Protein hanya
terbentuk dari satu ikatan poloipeptida yang menggumpal membentuk suatu
struktur yang bulat atau sperikal, contohnya ribonuklease. Setiap rantai
polipeptida atau molekul protein secara sponstan akan membentuk konfigurasi
dengan energi bebas terendah. Dalam sitisol sel, asam amino lebih bersifat
hidrofobik yang akan mengumpul pada bagian dalam, sedang pada permukaan molekul
protein atau enzim asan amino bersifat hidrofilik.
Kompertementasi
Enzim – enzim yang berperan untuk fotosintesis terdapat pada kloroplas.
Enzim yang berperan penting dalam respirasi aerobik terdapat pada mitokondria,
sedang enzim respirasi lainnya terdapat dalam sitosol. Kompertemenisasi enzim
akan meningkat edisiensi banyak proses yang beralngsung di dalam sel, karena :
Reaktan tersedia pada tempat dimana enzim tersedia dan senyawa akan dikonversi
dikirim ke arah enzim yang berperan untuk menghasilakn produk sesuai yang
dikehendaki dan tidak disimpangkan pada lintasan yang lain. Akan tetapi
kompartemenisasi ini tidak bersifat absolut.
Fungsi Enzim
a. Fungsi Enzim Yaitu sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi
dalam sel maupun di luar sel makhluk hidup. Enzim ini berfungsi sebagai katalis
yang sangan efisien dan mempunyai derajat yang tinggi.
b. Tata nama dan Kekhasan Enzim Setiap enzim disesuaikan dengan nama
substratnya dengan menambahkan “ase” dibelakangnya. Kekhasan enzim asam amino
sebagai substrat dapat mengalami reaksi berbagai enzim.
c. Penggolongan Enzim Enzim dapat digolongkan ke dalam 6 golongan yaitu :
1. Oksidoreduktase
terdapat dua enzimyaitu dehidrogenase dan oksidasi
2. Transferase
yaitu enzim yang bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu
senyawa lain
3. Hidrolase yaitu
sebagai katalis reaksi hidrolisis
4. Liase berperan
dalam proses pemisahan
5. Isomerase
bekerja pada reaksi intramolekuler 6. Ligase bekerja pada penggabungan dua molekul
Ciri-ciri Enzim
Ciri – ciri dari enzim ialah sebagai berikut :
1.Merupakan sebuah protein Jadi sifatnya sama dengan
protein yaitu dapat menggumpal dalam suhu tinggi dan terpengaruh oleh temperatur.
2. Bekerja secara khusus Artinya hanya untuk bekerja
dalam satu reaksi saja tidak dapat digunakan dalam beberapa reaksi.
3. Dapat digunakan berulang kali Enzim dapat digunakan
berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi.
4. Rusak oleh panas Enzim tidak tahan pada suhu
tinggi, kebanyakan enzim hanya bertahan pada suhu 500C, rusaknya enzim oleh
panas disebut dengan denaturasi.
5. Dapat bekerja bolak – balik Artinya satu enzim
dapat menguraikan satu senyawa menjadi senyawa yang lain.
Isozim
Isozim atau Iso-enzim adalah dalam suatu campuran terdapat lebih dari satu
enzim yang dapat berperan dalam suatu substrat untuk memberikan suatu hasil
yang sama. Keuntungan bagi tumbuhan yang mengandung isoenzim adalah karena
isozim – isozim tersebut akan memiliki tanggapan yang berbeda terhadap faltor –
faktor lingkungan. Setiap isozim dihadapkan pada lingkungan kimia yang berbeda
dab masing – masing berperan pada posisi yang berbeda dalam lintasan metabolic.
Aktivitas
enzim umumnya disimbolkan oleh kecepatan awal reaksi yang akan
dikatalisasi.karena konsentrasi substrat paling banyak sebelum ada subtrat yang
terproses menjadi produk, karena enzim mungkin menjadi subjek dari feedback
inhibition oleh produknya atau karena reaksi reversibel produknya
akan mengalami reaksi balik.
Pada
keadaan konsentrasi substrat rendah penggandaan jumlah substrat akan
menggandakan kecepatan awal reaksi.konsentrasi substrat tinggi menyebabkan
enzim jenuh, dan perubahan Vo sangat kecil. karena molekul enzim sudah terikat
dengan substrat.
Suhu mempengaaruhi
kerja enzim dengan dua cara :
1. kenaikan suhu
menaikkan energi thermal molekul sehingga jumlah molekul substrat dengan energi
yang cukup untuk mengimbangi energi bebas untuk aktivasi (Gibbs) dan
meningkatkan kecepsatan reaksi.
2. semakin tinggi
temperatur, membuat struktur enzim pecah. dan mendorong protein enzim untuk
terdenaturasi.
Tiap enzim memiliki Ph optimum dimana
proses katalisasi maksimum. perubahan sedikit pada ph dari nilai optimumnya
mengurangi aktivitas enzim karena adanya ionisasi dari sisi aktif enzim.
Perubahan yang besar pada ph dari nilai optimumnya akan menjadikan protein
enzim terdenaturasi.Kecepatan katalisasi oleh enzim dapat diturunkan dengan
inhibitor.
ASAM NUKLEAT
Asam nukleat (bahasa
Inggris: nucleic
acid) adalah makromolekul biokimia yang kompleks, berbobot molekul tinggi, dan
tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi genetik. Asam nukleat yang
paling umum adalah Asam deoksiribonukleat (DNA) and Asam
ribonukleat (RNA). Asam nukleat ditemukan pada
semua sel hidup serta pada virus.

sebuah basa nitrogen heterosiklik (purin atau pirimidin), sebuah gula pentosa, dan sebuah gugus fosfat. Jenis asam nukleat dibedakan oleh jenis gula yang terdapat pada rantai asam
nukleat tersebut (misalnya, DNA atau asam deoksiribonukleat mengandung 2-deoksiribosa). Selain itu, basa
nitrogen yang ditemukan pada kedua jenis asam nukleat tersebut memiliki
perbedaan: adenina, sitosina, dan guanina dapat ditemukan pada RNA maupun DNA, sedangkan timina dapat ditemukan hanya pada DNA
dan urasil dapat ditemukan hanya pada RNA.
DNA
DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik.
DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik.
Struktur DNA
Pada tahun 1953, Frances Crick dan James
Watson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai
ganda, atau yang lebih dikenal dengan heliks ganda Watson-Crick.DNA merupakan
makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang
berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA haliks ganda dan berpilin ke
kanan.Setiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu :
- Gula 5 karbon (2-deoksiribosa)
- Gula 5 karbon (2-deoksiribosa)
- basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin (Adenin = A) dan
guanin (guanini = G), serta golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine = C)
dan timin (thymine = T)
- gugus fosfat
- gugus fosfat
Berikut susunan struktur kimia komponen penyusun DNA :
Baik purin ataupun pirimidin yang
berkaitan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida
atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer untuk sintesis
DNA.Prekursor merupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa
deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat.DNA tersusun dari empat
jenis monomer nukleotida.
Keempat basa nitrogen nukleotida di dalam
DNA tidak berjumlah sama rata. Akan tetapi, pada setiap molekul DNA, jumlah
adenin (A) selalu sama dengan jumlah timin (T). Demikian pula jumlah guanin (G)
dengan sitisin(C) selalu sama.Fenomena ini dinamakan ketentuan Chargaff.Adenin
(A) selalu berpasangan dengan timin (T) dan membentuk dua ikatan hidrogen
(A=T), sedagkan sitosin (C) selalu berpasangan dengan guanin (G) dan membentuk
3 ikatan hirogen (C = G).
Stabilitas DNA heliks ganda ditentukan
oleh susunan basa dan ikatan hidrogen yang terbentuk sepanjang rantai
tersebut.karean perubahan jumlah hidrogen ini, tidak mengehrankan bahwa ikatan
C=G memerlukan tenaga yang lebih besar untuk memisahkannya.
DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah polinukleotida rantai rangkap berpilin. Sturktur ini diibaratkan sebagai sebuah tangga.Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A-T dan G-C.Kedua “tulang punggung tangganya” adalah gula ribosa.Antara mononukleotida satu dengan yang lainnya berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester.
DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah polinukleotida rantai rangkap berpilin. Sturktur ini diibaratkan sebagai sebuah tangga.Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A-T dan G-C.Kedua “tulang punggung tangganya” adalah gula ribosa.Antara mononukleotida satu dengan yang lainnya berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester.
DNA heliks ganda yang panjangnya juga
memiliki suatu polaritas.Polaritas heliks ganda berlawanan orientasi satu sama
lain.Kedua rantai polinukleotida DNA yang membentuk heliks ganda berjajar
secara antipararel.Jika digambarkan sebagai berikut :
Replikasi DNA
Replikasi adalah peristiwa sintesis
DNA.Saat suatu sel membelah secara mitosis, tiap-tiap sel hasila pembelahan
mengandung DNA penuh dan identik seperti induknya.Dengan demikian, DNA harus
secara tepat direplikasi sebelum pembelahan dimulai.Replikasi DNA dapat terjadi
dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida
lama.Proses komplementasi pasangan basa menghasilkan suatu molekul DNA baru
yang sama dengan molekul DNA lama sebagai cetakan.Kemungkinan terjadinya replikasi
dapat melalui tiga model.
Model pertama adalah model konservatif,
yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk
dua dua rantai DNA baru.
Model kedua disebut model semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama tersebut.Model ketiga adalah model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebgai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.
Model kedua disebut model semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama tersebut.Model ketiga adalah model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebgai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.
Berikut adalah gambaran replikasi yang
terjadi terhadap DNA :
Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonservatif merupakan model yang tepat untuk proses replikasi DNA.Replikasi DNA semikonservatif ini berlaku bagi organisme prokariot maupun eukariot.Perbedaan replikasi antara organisme prokariot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah enzim yang terlibat, serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.Pada organisme eukariot, peristiwa replikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklus pembelahan sel.
Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonservatif merupakan model yang tepat untuk proses replikasi DNA.Replikasi DNA semikonservatif ini berlaku bagi organisme prokariot maupun eukariot.Perbedaan replikasi antara organisme prokariot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah enzim yang terlibat, serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.Pada organisme eukariot, peristiwa replikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklus pembelahan sel.
RNA ( ribonucleic acid ) atau asam
ribonukleat merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan
penyalur informasi genetik.RNA sebagai penyimpan informasi genetik misalnya
pada materi genetik virus, terutama golongan retrovirus.RNA sebagai penyalur
informasi genetik misalnya pada proses translasi untuk sintesis protein.RNA
juga dapat berfungsi sebagai enzim ( ribozim ) yang dapat mengkalis formasi
RNA-nya sendiri atau molekul RNA lain.
Struktur RNA
RNA merupakan rantai tungga polinukleotida.Setiap ribonukleotida terdiri
dari tiga gugus molekul, yaitu :
- 5 karbon
- basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin (yang sama dengan DNA) dan
golongan pirimidin yang berbeda yaitu sitosin (C) dan Urasil (U)
- gugus fosfat
Purin dan pirimidin yang berkaitan
dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau
ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis
DNA.Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat membentuk suatu
nukleotida atau ribonukleotida.RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu
fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan
DNA.
Tipe RNA
RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA (
messenger RNA ) atau RNAd ( RNA duta ), tRNA ( transfer RNA ) atau RNAt ( RNA
transfer ), dan rRNA ( ribosomal RNA ) atau RNAr ( RNA ribosomal ).
RNAd
RNAd merupakan RNA yang urutan basanya
komplementer dengan salah satu urutan basa rantai DNA.RNAd membawa pesan atau
kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke ribosom (di
sitoplasma).Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan utnuk menetukan
spesifitas urutan asam amino pada rantai polipeptida.RNAd berupa rantai tunggal
yang relatif panjang.Berikut gambarnya :
RNAr
RNAr merupakan komponen struktural yang
utama di dalam ribosom.Setiap subunit ribosom terdiri dari 30 – 46% molekul
RNAr dan 70 – 80% protein.
RNAt
RNAt merupakan RNA yang membawa asam
amino satu per satu ke ribosom.Pada salah satu ujung RNAt terdapat tiga
rangkaian baa pendek ( disebut antikodon ).Suatu asam amino akan melekat pada
ujung RNAt yang berseberangan dengan ujung antikodon.Pelekatan ini merupakan
cara berfungsinya RNAt, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna
dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada
RNAd.
Perbedaan antara DNA dan RNA
Berdasarkan penjelasan sebelumnya kita
dapat menyimpulkan beberapa perbedaan antara DNA dengan RNA sebagai berikut :
- Komponen :
Gula pada DNA deoksiribosa , sedangkan RNA adalah ribosa
Gula pada DNA deoksiribosa , sedangkan RNA adalah ribosa
Basa nitrogen : – purin — DNA adalah Adenin dan Guanin, pada RNA adalah
Adenin dan Guanin - Pirimidin — DNA adalah Timin dan sitosin, pada RNA
adalah Urasil dan sitosin
- Bentuk : — DNA
berbentuk rantai panjang , ganda, dan berpilin (double heliks),
sedangkan RNA berbentuk rantai pendek, tunggal, dan tidak berpilin
- Letak : — DNA
terletak di dalam nukleus, kloroplas, mitokondria, sedangkan RNA terletak
di dalam nukleus, sitoplasma, kloroplas, mitokondria
- Kadar : DNA
tetap, RNA tidak tetap
Komponen penyusun ADN dan ARN
Seperti telah diketahui,
bahwa pada prinsipnya komponen penyusun ADN dan ARN. Baik ADN maupun ARN
dibentuk oleh tiga bahan utama yaitu: gula ribosa, basa nitrogen, dan fosfat.
Perbedaan bahan penyusun ADN dan ARN ada pada jenis gula ribosa dan basa
nitrogen primidinnya. Gula ADN adalahdeoksiribosa, sedangkan ARN adala
gula ribosa. Basa nitrogen pirimidin pada ADN ada timin,
sedangkan pada ARN timin diganti urasil. Jika lupa silahkan baca
lagi di sini.
Struktur paling dasar
pembentuk ADN dan ARN (monomer) adalah ikatan antara gula dengan basa nitrogen
yang disebut nukleosida. Jika nukleosida ini berikatan dengan
dengan fosfat (P) mereka disebut nukleotida. Nukleotida pada ADN
akan berikatan satu sama lain membentuk rantai panjang yang memiliki
berpasangan. Karena itu ADN sering disebut rantai ganda polinukleotida yang
berbentukdoublehelix (pita terpilin). Sedangkan pada ARN nukleotida
juga berikatan satu sama lain membentuk rantai polinukleotida tetapi
berukuran pendek dan beruparantai tunggal.
Nukleotida pembentuk ADN disebut deoksiribonukleotida (nukleotida yang
berikatan dengan gula deoksiribosa) sebanyak 4 macam sesuai dengan jenis basa
nitrogen, yaitu:
deoksiadenosinmonofosfat / dAMP (basa nitrogen adenin)
deoksiguanosinmonofosfat /dGMP (basa nitrogen guanin)
timidinmonofosfat / TMP (basa nitrogen timin)
deoksisitidinmonofosfat / dCMP (basa nitrogen citosin)
Inilah bentuk dasar deoksiribonukleotida penyusun ADN. Nukleotida
penyusun ARN disebut ribonukleotida. Jadi hanya berbeda pada jenis gula
ribosa dan basa nitrogenya urasil.
|
Nukleotida
pembentuk RNA disebut ribonukleotida (nukleotida
yang berikatan dengan gula ribosa) sebanyak 4 macam sesuai dengan jenis basa
nitrogen, yaitu:
adenosinmonofosfat / AMP (basa nitrogen adenin)
guanosinmonofosfat /GMP (basa nitrogen guanin)
uridinmonofosfat / UMP (basa nitrogen urasil)
sitidinmonofosfat / CMP (basa nitrogen citosin)
Para nukleotida itulah yang akan digunakan
pada proses replikasi untuk membentuk rantai baru ADN, juga digunakan pada
proses transkripsi sewaktu pencetakan ARNd oleh ADN.
Perhatikan contoh bagaimana nukleotida dirangkai membnetuk ADN pada
gambar di samping. Pertamakali deoksitimidintrifosfat akan berpasangan dengan
adenin pada rantai ADN. Ketika telah berpasangan dengan adenin dua molekul
fosfat akan lepas sehingga terbentuk deoksitimidinmonofosfat pada langkah
pemanjangan (extension/elongasi). Jika basa nitrogen tidak cocok (error) akan
dilakukan penggantian dengan nukleotida yang sesuai (langkah proofreading).
Proses ini berlangsung dengan bantuan ADN polimerase.
|
Lantas bagaimana hubungannya dengan peran
enzim dalam replikasi ADN dan transkripsi ARNd? Sebagaimana diketahui ada
beberapa enzim berperan di sini, yaitu:
- ADN polimerase
- helikase
- ligase
- ARN polimerase
ADN polimerase
Enzim penting dalam
replikasi ADN maupun dalam perbaikan ADN. Enzim ini mengkatalisasi reaksi
polimerisasi deoksiribonukleotida menjadi rantai ADN, dengan kata lain enzim
ini mengkatalisasi reaksi pembentukan ADN dengan berperan dalam elongasi dan
proofreading dan membaca rantai ADN utuh sebagai cetakan (template) lalu menggunakannya untuk
membentuk rantai ADN baru. Molekul polimer yang baru terbentuk merupakan
komplemen atau pasangan yang identik dengan rantai yang digunakan sebagai
cetakannya. Lihat video animasinya di sini.
Helicase
Enzim yang berperan
dalam proses replikasi ADN. Enzim ini menggunakan energi dari ATP untuk memutus
ikatan hidrogen antar rantai ADN double helix menjadi rantai tunggal.
Ligase
(dari kata kerja
Latin lig?re yang
berarti “untuk mengikat” atau “terikat bersama-sama”) adalah enzim yang dapat
mengkatalisis penggabungan dua molekul dengan membentuk ikatan kimia
baru. Ligase ADN merupakan enzim yang digunakan untuk
menggabungkan fragmen nukleotida ADN dan ARN. Jadi berperan dalam replikasi dan
transkripsi. Selain iitu ligase berfungsi pada perbaikan ADNdengan
mengikatkan kembali rantai nukleotida yang terputus. Nama umum lain untuk
ligase adalah sintetase.
ARN polimerase
Enzim yang digunakan
dalam pembentukan ARN. Pada sel, enzim ini diperlukan untuk membangun rantai ARN gen ADN sebagai
cetakannya melalui proses yang disebut transkripsi. Enzim ini penting untuk
kehidupan dan ditemukan di semua organisme dan banyak virus.
NUKLEOTIDA
ü Merupakan
prekursor / dasar untuk asam nukleat, RNA dan DNA
ü Struktur terdiri
dari
o Basa
o Gula
o phosphat
ü Nukleotida berbeda
dengan nukleosida à karena nukleosida tdk mempunyai gugus fosfat
ü Sehingga
kita sering menuliskan nukleotida sebagai à
o Nukleosida
monofosfat
o Nukleosida
difosfat
o Nukleosida
trifosfat Tergantung pada jumlah fosfat yg dimiliki
ü Deoksiribonukleotida
ditulis dng tambahan “d” à menunjukkan adanya gugus hidroksil pd atom C
nomer 2
ü Terdiri dari
2 golongan :
o Ribonukleotida
o Deoksiribonukleotida
ü Jenis nukleotida :
o Nama
tergantung pada basanya
o Jumlah
fosfat yang dimiliki
ü Adenin AMP,
ADP, ATP, dAMP, dADP, dATP
ü Guanin GMP,
GDP, GTP, dGMP, dGDP, dGTP
ü Sitosin CMP,
CDP, CTP, dCTP, dCDP, dCTP
ü Timin TMP,
TDP, TTP, -
ü Urasil UMP,
UDP, UTP, dUMP, dUDP, dUTP
ü Nukleotida mengikat
basa nitrogennya pada atom C no. 1, dgn ikatan glikosida
ü Gugus fosfat
terikat pada gugus hidroksil atom C no. 5
ü Kedua
kondisi diatas, menyebabkan nukleotida mempunyai sifat sifat:
o Gugus
phosphat à bertindak sbg asam kuat (pKa= 1)
o Gugus amina
dr basa purin dan pirimidine, dpt di protonasi
o Nukleotida mampu
menyerap sinar uv à dapat diukur konsentrasinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar